PURWOREJO (05/03/2026) | Tim dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia melaksanakan survei lapangan ke lokasi calon Batalyon Ketahanan Pangan (Yon TP) di petak 89 wilayah RPH Gebang, BKPH Purworejo, KPH Kedu Selatan, pada Rabu (04/03).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tahapan awal dalam rangka verifikasi dan penilaian kelayakan lahan yang direncanakan sebagai lokasi pengembangan satuan Yon TP. Tim yang hadir terdiri dari unsur Kementerian Pertahanan Republik Indonesia sebanyak dua orang, Slog satu orang, Topdam satu orang, Mitra Kemhan dua orang, serta Denzibang satu orang.
Survei lapangan dilakukan dengan meninjau langsung kondisi fisik kawasan, meliputi aksesibilitas lokasi, topografi, ketersediaan sumber air, kondisi tegakan, serta potensi pemanfaatan lahan untuk mendukung program ketahanan pangan. Tim Kementerian Pertahanan melakukan pengamatan menyeluruh guna memastikan lokasi yang diusulkan memenuhi kriteria teknis, administratif, serta aspek keamanan dan keberlanjutan lingkungan.
Dalam kegiatan tersebut, tim didampingi jajaran Kodim 0708 Purworejo, Koramil Gebang, serta para kepala desa setempat, yakni Kepala Desa Pelutan, Kepala Desa Bendosari, dan Kepala Desa Tlogoso. Dari Perum Perhutani KPH Kedu Selatan turut mendampingi Wakil Administratur/KSKPH Kedu Selatan Yudi Noviar, KSS HKAKP Bambang Heri S, Asper/KBKPH Purworejo Supriyanto, serta KRPH Gebang Janu Eko S.
Pendampingan ini bertujuan memberikan penjelasan teknis terkait status kawasan, fungsi hutan, kondisi eksisting petak 89, serta potensi pengembangan yang dapat disinergikan dengan program ketahanan pangan nasional.
Wakil Administratur/KSKPH Kedu Selatan Yudi Noviar menyampaikan bahwa Perhutani pada prinsipnya mendukung program strategis nasional, termasuk rencana pembentukan Batalyon Ketahanan Pangan, sepanjang tetap memperhatikan aspek kelestarian hutan serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Sinergi antara sektor pertahanan dan kehutanan diharapkan mampu menciptakan optimalisasi pemanfaatan lahan yang produktif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, tim dari Kementerian Pertahanan menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan serta keterbukaan data yang diberikan oleh jajaran Perhutani. Hasil survei lapangan ini selanjutnya akan menjadi bahan evaluasi dan kajian lebih lanjut di tingkat pusat sebelum ditetapkan sebagai lokasi definitif pembangunan Yon TP.
Dengan dilaksanakannya survei ini, diharapkan proses perencanaan calon Batalyon Ketahanan Pangan dapat berjalan secara matang dan terukur, serta memberikan manfaat strategis bagi kepentingan pertahanan negara maupun peningkatan ketahanan pangan nasional di wilayah Kabupaten Purworejo dan sekitarnya. (Kds/Bhs)
Editor: Aris
Copyright © 2026